Informasi Gado gado Peluang Bisnis dan Motifasi
Get Adobe Flash player

Bagi orangtua, peningkatan dana pendidikan tak pelak menimbulkan kebingungan, mengingat hal ini terus terjadi dari tahun ke tahun. Sementara pendapatan mereka jalan di tempat alias tidak mengalami kenaikan sama sekali. Bahkan sebagian di antara mereka terpaksa meminjam ke bank hingga debt collector supaya sang anak tetap bisa bersekolah. Anda yang sedang mengalaminya mungkin dapat merasakan sesulit apa situasi ini untuk dihadapi.

Kendati memberatkan, jangan sampai drama kenaikan biaya sekolah membuat Anda melakukan daftar kesalahan berikut ini.

  1. Tidak Merancang Perencanaan Matang

Untuk mengantisipasi dana pendidikan yang kian meroket, para calon orangtua sebaiknya merancang perencanaan sebelum sang buah hati lahir ke dunia. Sayangnya, ada yang terlalu santai dan baru panik begitu melihat sebanyak apa biaya yang harus mereka tebus kala sang anak masuk sekolah. Supaya hal tadi tidak terjadi, Anda harus menganalisis beberapa hal seperti persentase kenaikan biaya setiap tahun dan harga-harga kebutuhan yang menunjang keperluan sekolah.

  1. Menunda Perencanaan Dana Pendidikan

Anda sudah mempelajari pengertian apa itu reksadana untuk sekolah, tetapi menunda perencanaan bagi dana pendidikannya? Secara tidak langsung, Anda sudah melakukan satu kesalahan. Apalagi jika Anda menggunakan tabungan biaya sekolah untuk hal-hal lain yang sebenarnya bisa dibeli kali lain, misalnya mobil atau liburan ke luar negeri. Tidak apa-apa kalau Anda hanya bisa menyisihkan sedikit, tetapi kalau dilakukan secara rutin dan tidak ditunda, biaya sekolah untuk anak pun akan siap tepat waktu.

  1. Tidak Mempedulikan Kenaikan Harga

Inflasi atau kenaikan harga mempengaruhi berbagai sektor dan bidang, tak terkecuali pendidikan. Hal ini pula yang membuat biaya sekolah naik dari tahun ke tahun. Kenaikan dana pendidikan di Indonesia rata-rata sebesar 15% sampai 20% tiap tahunnya. Beberapa sekolah bahkan mengalami kenaikan sekitar 10% tiap semester atau 21% tiap tahunnya. Tanpa mengacuhkan inflasi dalam dana pendidikan, Anda akan kelabakan saat anak sudah memasuki bangku sekolah.

  1. Kurang Tepat Dalam Menentukan Waktu

Sebagian besar orangtua baru mempersiapkan dana pendidikan beberapa bulan sebelum anak mereka masuk sekolah. Padahal tindakan tadi sangat tidak tepat, mengingat dana pendidikan tidak semudah itu dikumpulkan dan pastinya Anda akan bertemu dengan kebutuhan-kebutuan lain yang biayanya tak kalah mencengangkan. Sebaiknya, Anda persiapkan strategi investasi tujuan jangka panjang untuk mencegah peningkatan dana pendidikan.

  1. Tabungan atau Investasi Terlalu Sedikit

Jangan ragu-ragu dalam berinvestasi atau menabung untuk persiapan dana pendidikan! Dalam sebuah contoh kasus, setidaknya Anda harus mempersiapkan sekitar Rp4.000.000 per bulan untuk persiapan biaya sekolah. Jika terlalu sedikit, dikhawatirkan Anda tidak mampu menutup biaya tambahan pada dana pendidikan dan mau tak mau mendorong Anda melakukan peminjaman ke bank. Gunakan pula asumsi perhitungan supaya tabungan dan investasi tetap stabil.

  1. Melakukan Investasi Tanpa Adanya Rencana

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, investasi tidak dapat Anda lakukan secara tiba-tiba. Sebab, investasi tanpa rencana tidak akan membuahkan hasil optimal, sehingga tidak akan membantu Anda untuk membayar dana pendidikan anak. Maka dari itu, siapkan matang-matang investasi dan bentuknya yang sesuai dengan Anda. Ada taka atau tabungan pendidikan berjangka, asuransi pendidikan, deposito, dan produk investasi lainnya.

Investasi reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang sedang diminati saat ini. Jika tertarik, Anda pahami dulu apa itu reksadana dengan baik.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GenCARteam.com
Recent Posts
Recent Comments
    June 2019
    M T W T F S S
    « May    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    GenCARteam.com